Kesbangpol Agam Kunjungi IPWL AGAM SOLID

Kamis, 25 Maret 2021 M

            12 Sya'ban 1442 H

Editor    : Youse       Wartawan  : R. Tiko Basa


Agam,gelombangsumatera.com-- Maraknya pengguna dan pengedar Narkoba menjadi musuh bagi nyata bagi Negara karena barang haram tersebut akan merusak anak bangsa serta sudah banyak menelan korban jiwa. Dikutip dari media bnn.go.id "Badan Narkotika Nasional RI hasil penelitian Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya–LIPI Tahun 2019, tentang Survei Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2019 menunjukkan bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,80% atau sekitar 3.419.188 jiwa atau bisa dikatakan 180 dari 10.000 Penduduk Indonesia berumur 15 – 64 tahun terpapar memakai narkoba selama satu tahun terakhir. Narkoba yang paling banyak digunakan adalah shabu, ganja diikuti oleh ATS dan zat psikotropika lainnya dengan cara penggunaannya adalah disuntik, dirokok, dihirup, disuntik & dihirup, ditelan dan sublingual." ( https://bnn.go.id/dampak-penyalahgunaan-narkoba-terhadap-gangguan-kesehatan-terkait-kerentanan/ )


Untuk mengatasi penyalah gunaan Narkoba perlu ada lembaga Rehabilitasi Narkoba agar sipemakai bisa berhenti mengonsumsi barang haram tersebut. Kamis (25/03/21)  (Badan Kesehatan Bangsa dan Politik) Kesbangpol Kabupaten Agam mengunjungi rumah rehab narkoba yang terletak di Simpang Parik Putuih Kenagarian Ampang Gadang Kec. Ampek Angkek Kab. Agam melalui Kabid Bimas Dini Desita mengantarkan satu orang asal tiku untuk diberikan rebilitasi di IPWL Agam Solid. Menurut nya rumah rehab narkoba sangat dibutuh saat ini apalagi grafik pemakai narkoba kian tinggi.


"saya harap kita semua dapat memberikan perhatian penuh kepada generasi bangsa agar tidak jatuh kepada pecandu barang haram. Karena sudah banyak Narkoba tersebut sudah banyak memakan korban jiwa", harap Dini Desita yang saat itu juga mengadakan refetensi di IPWL Agam Solid. 


Pasalnya, IPWL Agam Solid merupakan rumah rehab narkoba satu-satunya yang berada di Kab. Agam sehingga kecil kemungkinan pengurus rumah rehab bisa memberikan tindakan rehabilitasi secara maksimal karena jumlah pengguna sangat tinggi sedangkan pelayanan rehab sangat minim. 


Sementara itu, Ketua IPWL Agam Solid Sukendra Madra pada saat kehadiran Kesbangpol Agam mengatakan Rumah Rehab yang dia pimpin tersebut butuh perhatian lebih dari Pemda Kab. Agam baik itu dari Dinas Sosial atau dinas terkait. 


"dengan keterbatasan fasilitas ditengah-tengah maraknya pengguna narkoba. Maka, saya berharap agar Pemda memberikan perhatian lebih kepada rumah-rumah rehab apalagi kita di agam ini hanya ada satu rumah rehab. Ini semua bertujuan untuk menyelamatkan anak bangsa" ungkap ketua IPWL Agam Solid yang sering dipanggil dengan panggilan suken tersebut. *Yse

Lebih baru Lebih lama