TERKAIT KEDATANGAN TURIS CINA, BARUPAS SUMBAR BERHARAP PEMERINTAH LEBIH BIJAK MENYIKAPI ASPIRASI MASYARAKAT

Rabu, 29 Januari 2020 M - 04 Jumadil Akhir 1441 H
Reporter: Gusti Ananda

Ade M. Firman, SH bersama Sekretaris
DPW BARUPAS Sumbar
Saat Mukerwil (Ahad, 26 Januari 2020)
Di Batipuh Tanah Datar
HawaaliyNews, Bukittinggi - Ketua DPW Barisan Rakyat Untuk Perjuangan Adil Sejahtera (BARUPAS) Sumbar Ade M. Firman, SH menegaskan harapannya kepada pemerintah daerah supaya bersikap lebih bijak dalam menyikapi aspirasi masyarakat yang menolak kedatangan wisatawan dari Cina ke Sumatera Barat.

"Keresahan masyarakat ini sangat beralasan, dimana saat ini di Tiongkok sana sekarang sedang mewabah virus Corona yang pusat penyebarannya dari kota Wuhan provinsi Hubei, Tiongkok. Pemerintah daerah harus berani memulangkan para turis ini demi ketenteraman masyarakat di Sumatera Barat. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari" katanya kepada media ini melalui sambungan telpon pada Selasa (28/01/2020).

Lebih lanjut kata pria yang berprofesi sebagai pengacara ini "masyarakat kita sebenarnya sangat senang dengan kedatangan para turis dari manca negara untuk menikmati keindahan alam ranah Minang ini, akan tetapi keamanan dan kesehatan masyarakat kita jauh lebih utama daripada itu semua" pungkasnya.

Di salah satu WAG Ade M Firman, SH menyampaikan bahwa "Berdasarkan informasi yang didapat, pelancong Tiongkok akan berkunjung tahap II ke Sumbar pada tgl 31 januari (2020)" jika ini valid, ia mengajak masyarakat untuk bergabung turun melakukan aksi penolakan.

Dikutip dari penyataan Ade M. Firman, SH saat Mukerwil DPW BARUPAS Sumatera barat, Ahad (26/01/2020) di Batipuh, Tanah Datar Sumbar, ia mengatakan "Ormas BARUPAS Indonesia memiliki visi menciptakan keadilan dan juga kesejahteraan bagi masyarakat, baik secara ekonomi, pendidikan, persamaan kedudukan dimata hukum, serta keadilan bagi masyarakat dalam mencari kesejahteraan hidupnya dan berharap tegaknya keadilan bagi masyarakat demi tercapainya kesejahteraan hidup."* - HN
Lebih baru Lebih lama