PPM ALKAUTSAR MUHAMMADIYAH SARILAMAK ADALAH SALAH SATU LEMBAGA PENDIDIKAN TERBAIK DARI 218 PESANTREN DI SUMATERA BARAT

Senin, 28 Oktober 2019 M - 29 Shafar 1441 H

H. Hendri. S.Ag, M.Pd, Photo: Pos Metro
HAWAALIYNEWS, Sarilamak - "Bila kita bicara soal kualitas pendidikan di Indonesia, berdasarkan hasil penelitian dari PISA (Programme for International Student Assessment), kita masih harus berjuang lagi karena kualitas pendidikan Indonesia baru mendapat rangking 62 dan 72 negara yang diteltiti. Dalam segi penguasaan sains Indonesia nomor 64 dari 72 negara" demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat H. Hendri. S.Ag, M.Pd ketika melaunching pemakaian unit usaha baru pesantren di ICM H. Lukman Harun PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak kecamatan Harau kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat Sabtu (26/10/2019).

"Kehadiran Pondok Pesantren sudah memberikan warna tersendiri untuk pendidikan di Indonesia, dengan adanya pondok pesantren yang memiliki fungsi diantaranya:

Pertama sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren juga membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pondok Pesantren sudah berupaya melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, alhamdulillah di Sumatera Barat, Alkautsar termasuk pondok pesantren Modern yang terbaik, karena tiada hari tanpa inovasi, tiada hari tanpa kreatifitas.

Pondok Pesantren di Sumatera Barat ada 218, Al-Kautsar termasuk yang terbaik dan menjadi rujukan lima tahun terakhir. Kemudian sebagai lembaga pendidikan kehadiran pondok pesantren malah sudah ada sebelum kemerdekaan republik ini, malah pondok pesantren, para ulama, para Kiyai, para santri, berjuang untuk merebut kemerdekaan, ini bukti sejarah. Maka dengan adanya bantuan dari BI dan BNI ini, kami merasa bahagia sekali karena memang kehadiran pondok pesantren selama ini sangat mandiri sekali, dari Pondok untuk pondok dan untuk masyarakat Indonesia. Dengan kehadiran BI dan BNI hari ini dalam upaya mensupport pendidikan ini adalah upaya untuk menaikkan rangking Indonesia di tingkat dunia insyaallah.

Yang kedua Pondok pesantren adalah sebagai sebuah lembaga sosial kemasyarakatan, pondok pesantren berperan sekali dalam membangun harmonisisasi sosial, membangun kerukunan, membangun jaring sosial dengan masyarakat, membantu masyarakat kita sehingga menjadi masyarakat yang ta'at, masyarakat yang mampu membangun hubungan baik sesama mereka. Ini tidak lepas dari peran dari pondok pesantren.

Yang ketiga pondok pesantren sebagai lembaga dakwah, pesantren berperan mewujudkan masyarakat yang taat, mewujudkan ummat yang berkualitas, mewujudkan masyarakat yang betul-betul mencintai agamanya dengan baik, melaksanakan ajaran agamanya dengan maksimal kemudian bagaimana membangun masyarakatnya menjadi masyarakat yang ta'at beragama.

Jadi peran-peran ini sudah dilaksanakan oleh pondok pesantren yang tidak kalah penting adalah termasuk pondok pesantren modern Al-Kautsar ini. Makanya saya berterimakasih sekali atas nama kementerian agama karena kementerian agama tentu terbatas karena banyaknya pondok pesantren di Indonesia.

Di Sumatera Barat sebanyak 218 Pesantren, tentu tidak bisa fokus selalu ke satu pondok pesantren, dengan hadirnya BI dan BNI ini, kami mengucapkan terimakasih yang luar biasa, yang  tidak kalah pentingnya kepada pemerintah daerah kabupaten Limapuluh Kota tentu banyak peran dari pemerintah daerah Kabupaten Limapuluh Kota untuk pesantren di Limapuluh Kota ini, kami harapkan selalu bantuannya bapak bupati beserta pak Sekda, dimana pondok pesantren kita selalu meminta perhatian besar karena dari pondok pesantren ini akan lahirlah manusia-manusia yang berkualitas yang mampu menjadi pemimpin di masa depan." paparnya.

Dikutip dari databoks tingkat literasi pelajar-pelajar di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan pelajar dari negara-negara lainnya. Ini tercermin dari skor literasi Programe for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang berada di kisaran 400. Indonesia pada survei 2015 berada di peringkat ke-62 dari 72 negara yang disurvei.

Kompetensi membaca pelajar Indonesia menurut hasil survei PISA 2015 meraih nilai 397, angka ini jauh di bawah  rata-rata OECD sebesar 493. Demikian pula skor kompetensi matematika hanya 386, tertinggal dari rata-rata OECD sebesar 490. Skor kompetensi sains sebesar 403 juga di bawah rata-rata OECD sebesar 493.

PISA merupakan pengujian yang diinisiasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengevaluasi sistem pendidikan di 72 negara yang disurvei. Dalam survei ini, pelajar yang berusia 15 tahun dipilih secara acak untuk mengikuti uji kompetensi dasar membaca, matematika, dan sains. Survei ini untuk mengukur apa yang dapat diaplikasikan siswa dari ilmu pengetahuan yang diperolehnya.*Fitra Yadi - HN

Lebih baru Lebih lama