DIANTARA 223 PESANTREN SE INDONESIA YANG MENERIMA BANTUAN BANK INDONESIA, DUA DIANTARANYA ADA DI SUMATERA BARAT

Senin, 28 Oktober 2019 M - 29 Shafar 1441 H

Wahyu Purnama A. Photo: Gatra
HAWAALIYNEWS, Sarilamak - "Bank Indonesia telah membantu sebanyak 223 pondok pesantren di seluruh Indonesia dalam program pengembangan kemandirian ekonomi syariah pondok pesantren. Dua diantaranya ada di Sumatera Barat yaitu Ponpes Diniyah Putri Padang Panjang dan PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak" demikian disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia profinsi Sumatera Barat Wahyu Purnama A ketika memberi sambutan pada acara Peresmian RKB dan Launching unit usaha pesantren di ICM H. Lukman Harun PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak kecamatan Harau kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat Sabtu (26/10/2019).

Selanjutnya ia memaparkan "Di BUMN ada program CSR, kalau di Bank Indonesia ada juga program Sosial yang disebut PSBI. Bank Indonesia bukan perusahaan tetapi lembaga negara, kita juga memiliki Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yaitu berupa bantuan yang diberikan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam meningkatkan pendidikan, kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat baik yang berkaitan langsung maupun yang tidak berkaitan langsung dengan tugas Bank Indonesia."

"Bantuan untuk PPM Al-Kautsar Muhammadiyah berupa pengembangan 4 unit usaha yaitu depot air minum isi ulang, usaha laundry, jasa photocopy dan Babershop merupakan Program PSBI yang mengangkat tema Pengembangan Pemberdayaan Pondok Pesantren." katanya.

"Pengembangan kemandirian ekonomi Pondok Pesantren merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah melalui Bank Indonesia. Disamping pemberdayaan ekonomi pondok pesantren Bank Indonesia akan melakukan pendalaman pasar keuangan Syariah dan melakukan penelitian dalam pengembangan ekonomi syariah juga melakukan penggarapan kurikulum pendidikan ekonomi Syariah." terangnya.

"Melalui pengembangan unit usaha di pondok pesantren diharapkan pesantren semakin mandiri secara ekonomi dan menjalankan operasional sehari-hari dan meningkatkan kualitas pendidikan dan mengasah jiwa interpreniurship daripada santri. Tidak semua santri akan menjadi ulama, tidak semua santri akan menjadi ustazd tentu ada juga nanti yang akan menjadi pengusaha, nanti ada juga yang akan bekerja di BRI, di BI, jadi pendidikan interpreniurship itu merupakan sebuah pendidikan yang penting, mudah-mudahan nanti pengembangan unit usaha ini merupakan sarana belajar juga bagi santri untuk mengasah jiwa interpreniurshipnya." katanya.

"Pengembangan ekonomi Syariah secara Nasional tidak terlepas dari keaktifan dan konsistensi program-program pengembangan ekonomi syariah di daerah seperti di Sumatera Barat. Ekonomi Syariah dan masyarakat Sumatera Barat, ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Falsafah budaya Minang, yaitu adat basandi syara'-syara' basandi kitabullah yang dikenal oleh masyarakat Minang sejak dahulu kala dapat menjadi modal keberhasilan pengembangan ekonomi syariah di Sumatera Barat. Salah satu pondok pesantren yang dijadikan Pilot Project Bank Indonesia yaitu pondok pesantren Diniyah Putri yang dimulai sejak tahun 2012 itu sudah kami bantu usaha fashion syar'i dan juga dengan sebuah aplikasi santri yaitu aplikasi accounting yang siap digunakan untuk semua pondok pesantren." ungkapnya.

ia mengakui bahwa "pemilihan PPM Al-Kautsar sebagai Pilot Project Pengembanan kemandirian ekonomi pesantren dari Bank Indonesia telah melalui tahapan dan analisa yang mendalam terhadap potensi, prestasi dan juga sumber daya yang ada. Pondok Pesantren Al-Kaustar merupakan salah satu Ponpes terbaik di Sumatera Barat yang memiliki semangat untuk maju yang didukung oleh SDM yang berkualitas dan berdikasi yang tinggi untuk kemajuan pendidikan dan perekonomian di Indonesia ini."

"Kami berharap dengan pengembangan unit usaha Loundry, Barbershop, air minum isi ulang dan jasa photocopy di Ponpes Al-Kautsar dapat bermanfaat, tidak hanya bagi ponpes, tetapi juga bagi masyarakat sekitarnya. Kita ciptakan kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan dan mendukung pengembangan ekonomi Syariah.Tentunya harapan kami sebagaimana bantuan yang telah diberikan oleh BI bantuan unit usaha ini bisa memberikan manfaat untuk pemberdayaan ekonomi di ponpes dan juga untuk sebagai sarana belajar interpreniur bagi satri di ponpes Al-Kautsar." pungkasnya.*Fitra Yadi - HN
Lebih baru Lebih lama