IKATAN REMAJA MASJID TARBIYAH GELAR MTQ DADAKAN


Kamis, 09 Agustus 2012 M / 20 Ramadhan 1433 H

Pakan Kamih - HN. Tidak mau ketinggalan dari yang lain, mendadak pemuda-pemudi yang tergabung kedalam Ikatan Remaja Masjid Tarbiyah menggelar acara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat remaja pada malam petang Rabu (08/08) di Masjid Tarbiyah (komplek Pondok Pesantren MTI Canduang) Pakan Kamis jorong Lubuak Aua - Batu Balantai nagari Canduang Koto Laweh.

Zulkifli (19 th.) santri kelas VII MTI Canduang yang menjabat sebagai ketua Remaja Masjid Tarbiyah menerangkan kepada HN bahwa "acara ini diangkat bersifat dadakan, baru awal Agustus lalu ada ide untuk mengangkat acara ini. Ide untuk mengangkat acara ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antara sesama anggota remaja masjid, selain itu juga kawan-kawan merasa mampu untuk mengangkat acara. Mengapa tidak dilakukan kalau kita merasa mampu, kata kawan-kawan. Lalu diadakanlah rapat bersama pemuda, dan keinginan itupun mendapat dukungan dari pengurus masjid. Bahkan pengurus membeking 500 ribu rupiah untuk kami. Tetapi dana itu tidak kami ambil, karena sampai sekarang kami merasa kas kami cukup untuk membiayai kegiatan ini".

Ahmad Ferdi Syamza (17 th.) ketua panitia MTQ menerangkan pula bahwa "acara ini digelar mendadak atas usulan kawan-kawan, tidak direncanakan jauh hari sebelumnya. Hal itu disebabkan karena sudah 4 tahun tidak pernah ada acara serupa di masjid ini. Hal ini kami lakukan untuk menyemarakkan masjid. Dana untuk mengangkat acara ini kami dapat dari sumbangan masyarakat melalui pungutan dari rumah ke rumah, donatur dari rantau dan dari sumbangan pungutan jalan Simpang Canduang".

Ica, bendahara panitia menambahkan pula bahwa " total dana untuk hadiah adalah 900 ribu yang terdiri dari teropi lepas dan sejumlah uang tunai".

Dari Pantauan HN sejak awal pelaksanaan MTQ sampai selesai, peserta MTQ yang mendaftar adalah sebanyak 34 orang laki-laki dan perempuan  usia 12 - 19 tahun yang berasal dari utusan Masjid / Mushalla sekitar Ampek Angkek, Baso dan Canduang. Yang bertindak sebagai juri adalah Ustaz Ismail Marzuki, SIQ, S,PdI guru SMP 03 Padang Panjang warga Lasi yang tinggal di Panampuang.

Pada waktu Qari dan Qari'ah menampilkan tilawah, masjid nampak lengang, hanya peserta yang akan tampil dan panitia saja yang nampak berada di dalam masjid. Sedangkan di luar masjid ramai pemuda-pemudi yang berkongko bergurau antara satu sama lain. Tidak seorangpun yang tua, jama'ah maupun pengurus Masjid. Yang ada hanyalah pemuda-pemudi saja. Tidak nampak pula seoarangpun menyimak bacaan atau tilawah Qari/Qari'ah kecuali juri saja. Peserta MTQ berebut duluan tampil, yang telah tampilpun langsung pulang ke rumah masing-masing.

Ustazd Abdullah, S.Ag salah seorang imam masjid Tarbiyah saat ditemui HN ditempat terpisah mengeluhkan ketidak-hadiran jama'ah dan masyarakat, terbayang dari kata-kata dan rauat wajahnya keprihatinan terhadap kondisi ini, seakan-akan MTQ ini hanya sebagai tempat berlomba mencari hadiah saja, tanpa ingin mempelajari dan memaknai al-Qur'an lebih dalam lagi. Tetapi kita salut dang bangga dengan kreatifitas pemuda-pemudi ini, walaupun hanya dadakan tetapi mereka mampu mengangkat acara, tinggal yang tua-tua mengarahkan saja lagi" kata Abdullah yang juga guru Pompes MTI Canduang ini.

Akhirnya pukul 2 dini hari, juri mengumumkan daftar pemenang. Juara I adalah Atin utusan Masjid Sungai Jernih, Baso. Juara II Badrul Hadi utusan Masjid Simarasok, Baso. Juara III Sukran utusan masjid Nurul Ikhlas. Harapan I M. Irsyad utusan masjid Kampeh, Simarasok, Baso. Dan juara harapan 2 adalah Rifani utusan dari Surau Tanjuang, jorong Lubuak Aua, nagari Canduang Koto Laweh.

Juri, ustazd Ismail Marzuki, SIQ, S,PdI menyampaikan bahwa "bacaan para peserta ada yang baik dan ada pula yang sedang. Hendaknya para peserta menambah lagi pengetahuan al-Qur'annya. Bagi yang juara jangan merasa cukup sampai disini saja, tambah dan pelajarilah al-Qur'an lebih dalam lagi. Dan yang tidak terpilih sebagai juara jangan bersedih hati, karena hakikatnya MTQ ini adalah sarana untuk belajar. | Fitrayadi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama