HN AKAN MENELITI KONTRIBUSI DIDIKAN SUBUH V KAMPUANG CANDUANG


Canduang - Ahad, 29 Juli 2012
Dilaporkan oleh; Fitrayadi

Sebagai salah salah bentuk pengabdian terhadap masyarakat maka HN (Hawaaliy News) akan melakukan penelitian Ilmiyah tentang "Kontribusi Didikan Subuh" di Mushalla Al-Mujahidin V Kampung jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh kecamatan Canduang kabupaten Agam Sumbar pada bulan Agustus - September 2012 mendatang.

Hasil pengamatan HN dari 12 Didikan Subuh Masjid/Mushalla di nagari Canduang Koto Laweh yang paling aktif adalah Didikan Subuh di Mushalla Al-Mujahidin V Kampung ini, dan hal itu sudah berlangsung sejak lama, hampir 40 tahun. Sama dengan masa pengabdian salah seorang gurunya yaitu Ustazd Muzawar Ar. Kari Bagindo (56 th) yang telah 39 tahun mengajar disana.

Sedangkan Didikan Subuh yang lain banyak yang mati suri, dan ada juga yang mati sungguhan. Karena keterbatasan pengajar dan waktu. Ada juga Masjid / Mushalla yang mengalihkan Didikan Subuhnya pada sore hari, pagi hari dan ada juga pada malam hari. "Namun Didikan Subuh tetaplah ia Didikan Subuh yang tidak bisa diganti waktunya selain pada waktu Subuh sejak terbitnya fajar" kata Muzawar Ar. Kari Bagindo saat ditemui HN di rumahnya malam petang Jum'at (27/07) lalu.

Apakah yang mendorong HN untuk melakukan penelitian ini? Yaitu keinginan untuk mendokumentasikan kontribusi dari produk pendidikan Didikan Subuh ini terhadap dunia pendidikan Islam yang selama ini belum pernah di dokumentasikan orang. Sama halnya dengan penelitian tentang kontribusi hasil pendidikan keluaran Pondok Pesantren MTI Canduang, IAIN, STAIN dan lain sebagainya. Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam nonformal yang memiliki latar belakang sejarah yang unik maka sudah selayaknya Didikan Subuh juga diteliti bagaimana bentuk kontribusi hasil produknya terhadap dunia pendidikan Islam.


LATAR BELAKANG

Dalam ajaran Islam, pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting. Manusia adalah khalifah fil Ardh atau wakil Allah Swt. di bumi yang memikul tugas serta tanggung jawab besar. Agar manusia itu mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik diperlukan sikap personalitas yang berkualitas dan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kehendak Allah. Hal itu hanya dapat dipenuhi melalui proses pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan berdasarkan konsep Islam yang sesuai dengan petunjuk Allah Swt. dan Rasulnya.

Pentingnya pendidikan telah di contohkan oleh Allah Swt. pada wahyu pertama Surah Al-‘Alaq ayat 1-5 yang banyak mengandung isyarat-isyarat pendidikan dan pengajaran dengan makna luas dan mendalam. Prilaku nabi Muhammad Saw. sendiri, selama hayatnya syarat dengan nilai-nilai pendidikan yang tinggi.

Untuk kelangsungan hidup suatu bangsa pendidikan memiliki peranan yang sangat penting pula. Tanpa pendidikan, bangsa tidak akan maju, dengan kata lain maju mundurnya suatu bangsa salah satunya tergantung pada usaha pendidikannya. Melalui pendidikan akan didapatkan perubahan nasib dan tingkah laku pribadi dan masyarakat ke arah yang lebih baik dari masa sebelumnya. Dengan sistem pendidikan yang baik, maka suatu bangsa akan maju, kemajuan itu adalah rahmat dari Allah Swt.

Sebagai Khalifah fil Ardh kita mesti lebih menjaga rahmat Allah Swt. itu supaya tidak berubah mejadi kehancuran. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar Ra’ad ayat 11 yang berbunyi:

لَهُ مُعَقِّبَتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَ مِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُوْنَهُ مِنْ أمْرِ الله إنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمِ حَتّىَ يُغَيِّرُوا مَا بِأنْفُسِهِمْ وَ إذَا اَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوْءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُوْنِهِ مِنْ وَالٍ
(الرعد : 11)
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan suatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-sekali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Dari ayat tersebut jelaslah bahwa Allah tidak akan mencabut rahmat-Nya dari kita selama kita tidak membuat sebab-sebab kehancuran itu. Rahmat kemajuan yang disebabkan oleh ilmu itu janganlah hendaknya dicabut oleh Allah Swt. dari kita hendaknya.

Para ulama mengajarkan kepada kita bahwa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat adalah dengan ilmu pengetahuan, sedangkan ilmu pengetahuan itu didapat melalui pendidikan. Untuk itulah Allah mewajibkan kepada kita untuk menuntut ilmu pengetahuan, sesuai dengan hadist Rasulullah:

عَنْ أَنَسِ بْنُ مَالِكِ رَضِي َاللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص .م : طَلَبُ اْلعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ اْلمسْلِمِ 
(رواه ابن ما جة)
Artinya: Diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw.: “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah) (1)

Dapat dipahami bahwa belajar dan menuntut ilmu serta mengamalkannya wajib dilakukan setiap muslim. Di samping itu orang-orang yang menuntut ilmu akan mendapat kemudahan dan keistimewaan dari Allah SWT.

Jadi ilmu pengetahuan didapatkan melalui pendidikan, baik pendidikan itu di sekolah yang bersifat formal ataupun di luar sekolah yang bersifat non formal. Pendidikan tidak hanya diperoleh dan diselenggarakan di sekolah saja, melainkan juga di luar sekolah.

Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 10, 11, 12, dan 13 sebagai berikut:

Ayat 10. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non formal dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.
Ayat 11. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
Ayat 12.  Pendidikan nonformal adalah pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
Ayat 13.  Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. (2)

Jalur pendidikan luar sekolah ini dikukuhkan setelah keluarnya peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 73 tahun 1991 pada tanggal 31 Desember 1991 secara resmi. Sebenarnya pendidikan luar sekolah ini sudah terealisir dalam kehidupan masyarakat semenjak dahulu kala. Walaupun terkadang dilaksanakan secara tidak terarah dan sederhana sekali serta dalam kondisi kurang teratur dengan baik.

Munculnya jalur  pendidikan luar sekolah ini diantaranya adalah karena respon masyarakat terhadap gejala sosial pada tempat dan masanya sendiri yang belum tercover oleh lembaga pendidikan yang ada, misalnya karena keterbatasan waktu yang tersedia di sekolah untuk mengarahkan dan membina aqidah serta akhlak peserta didik sehingga mucullah pendidikan diluar sekolah seperti Didikan Subuh di Sumatera Barat.

Bagaimana mungkin pendidik bisa membina akhlak peserta didiknya jika waktu yang disediakan di sekolah sangat terbatas. Hal ini tentu akan menyulitkan pendidik di lembaga formal melakukannya hingga persoalan itu menuai respon orang-orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat membuat model pendidikan alternatif untuk menjawab tantangan sosial di lingkungannya itu.

Purwanto juga mengatakan bahwa pendidikan Islam itu tidak hanya didapatkan di sekolah saja, namun juga melalui keluarga dan masyarakat. Hal ini dijelaskan dalam bukunya Ilmu Pendidikan Teori dan Praktis: ”Pendidikan agama dapat diperoleh di rumah, sekolah dan di tengah masyarakat”. (3)

Sehubungan dengan hal itu, salah satu bentuk pendidikan Islam di luar sekolah yang paling tenar pada masyarakat Canduang adalah Didikan Subuh. Disikan Subuh adalah suatu konsep pendidikan Islam yang dilakukan setiap hari Minggu pagi di Masjid atau Mushalla.

Didikan Subuh sebagai suatu konsep pendidikan Islam yang fungsional dan praktis di waktu subuh dengan menggunakan Masjid atau Mushalla sebagai pusat kegiatannya, bertujuan untuk membentuk pribadi muslim yang sejati bertaqwa kepada Allah SWT.

Dalam kegiatan Didikan Subuh itu, anak-anak dimotivasi untuk dapat terus menghafal ayat-ayat dan hadist-hadist Nabi, do’a sehari-hari lengkap dengan artinya, dan rangkaian bacaan shalat 5 waktu beserta artinya.
Adapun diantara acara Didikan Subuh tersebut yaitu:
1.    Pembacaan Ayat Suci al-Qur’an beserta terjemahannya
2.    Janji Didikan Subuh
3.    Ulangan pelajaran
4.    Tambahan pelajaran
5.    Nasehat pengurus Masjid, Mushalla atau fungsional lainnya seperti ulama, kepala sekolah, tokoh masyarakat dan lain-lain. (4)

Ulangan pelajaran berbentuk penampilan dari masing-masing anak untuk mengungkapkan persiapan mereka pada hari Ahad yang lalu. Dalam pelaksanaannya berbentuk sebagai berikut:
1.    Hafalan  ayat-ayat dan hadist-hadist pendek
2.    Hafalan doa-doa sehari-hari
3.    Pidato pendek
4.    Baca puisi dan deklamasi sanjak
5.    Latihan azan beserta iqamah
6.    Nyanyi yang bernafaskan Islam
7.    Hafalan Syahadatain, rukun Iman, rukun Islam dan lain-lain.
8.    Hafalan rangkaian bacaan shalat dengan artinya dari awal sampai akhir secara bergiliran. (5)

Dilihat dari kegiatan dan tata acara pelaksanaan program Didikan Subuh itu, hal itu Nampak sangat baik dan masih relevan bagi pendidikan kepribadian anak-anak sekarang. Selain menambah hafalan serta pengetahuan, Didikan Subuh juga melatih anak-anak untuk beribadah serta berani tampil di depan umum mempresentasikan bakat dan kebolehannya. Sehingga anak-anak terlatih bangun subuh, shalat Subuh berjama’ah, berpitado, bersajak dan bernyanyi didepan umum.
 
Dari pengamatan HN di mushalla Al-Mujahidin V Kampung jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh kecamatan Canduang, di sana kegiatan Didikan Subuh masih berjalan sangat aktif dan telah berlangsung sejak lama seiring dengan usia lahir Didikan Subuh itu sendiri. Sudah selama itu Dididikan Subuh mushalla Al-Mujahidin V Kampung bergerak untuk pembinaan dan pengembangan kepribadian keagamaan anak-anak, tentunya telah banyak pula kontribusinya dalam melahirkan insan-insan yang terbina kepribadian keagamaannya.

Berdasarkan latar belakang demikian maka tertariklah perhatian HN untuk melakukan penelitian lebih dalam lagi tentang hal tersebut sebagai masukan dan pengayaan informasi bagi Pembina Didikan Subuh di mushalla Al-Mujahidin V Kampung, juga bagi pemerintah Jorong Bingkudu, pemerintah nagari Canduang Koto Laweh beserta lembaga-lembaga keagamaan yang ada. Penelitian ini dituangkan dalam sebuah judul “Kontribusi Didikan Subuh di Mushalla Al-Mujahidin V Kampung jorong Bingkudu nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang Kabupaten Agam"


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama