INCOME PASAR PABUKOAN BASO CAPAI 27 JUTA RUPIAH


Kamis, 16 Agustus 2012 M / 28 Ramadhan 1433 H
 
Pasar Pabukoan Baso
Baso - HN. Pasar Pabukoan Baso yang terletak di tepi jalan Bukittinggi - Payakumbuh Km 10, setiap sore dibanjiri pengunjung yang berbelanja menu makanan untuk berbuka puasa. Berbagai jenis menu masakan tradisional ada dijual disini.

Dari perhitungan HN, income pasar ini selama Ramadhan 1433 H mencapai 27 juta rupiah. Hal itu terungkap saat mewawancarai ketua panitia pengelola pasar Ade Andika (21 th.) pada sore Selasa (14/08) lalu di pasar Baso

Ade Andika yang juga menjabat sebagai ketua pemuda umpuak Baso memaparkan bahwa "setiap hari pedagang yang berjualan di pasar pabukoan ini bisa mencapai 130 dan kadang-kadang kurang dari itu. Rata-rata setiap harinya adalah sejumlah 110 orang. Income pasar adalah dari uang kebersihan, sewa lapak, sewa meja, sewa payung dan dari parkir. Rata-rata pedagang setiap harinya dikenakan biaya Rp. 8.000. Parkir yang kita kelola ada 5 kapling. Setiap kapling hanya wajib menyetor Rp. 15.000 setiap harinya kepada panitia, selebihnya untuk uang jasa petugas parkir".

Kalau dijumlahkan, pendapatan setiap harinya adalah Rp. 955.000 (sembilan ratus lima puluh lima ribu rupiah) hampir 1 juta rupiah. Hari efektif berdagang selama Ramadhan 1433 H ini hanya 28 hari. Berarti jumlah total pendapatan sebulan ini adalah Rp. 26.740.000 (dua puluh enam juta tujuh ratus empat puluh ribu rupiah, hampir 27 juta. Ini adalah hitungan terendah. Jumlahnya bisa jadi mencapai 27 juta rupiah.

Ade Andika menambahkan" bahwa pendapatan ini adalah untuk kas Pengulu Pasar Baso, untuk kas pemuda, untuk THR panitia, untuk nagari, jorong dan kepolisian. | Fitrayadi

1 Komentar

  1. Dalam membuat sebuah berita sebaiknya dilakukan pendalaman fakta terlebih dahulu karena membuat sebuah tulisan apalagi yang akan dipublikasikan akan lebih baik jika membubuhkan pendapat dari kedua belah pihak, bukan hanya berasal dari "Ketua Panitia" saja, bagaimana dengan komentar atau tanggapan dari para pedagang ? Bagaimana jika ada masyarakat yang malah terlibat dan berkata sebaliknya ? Bisakah ini disebut sebuah berita yang pantas dipertanggungjawabkan atau sebut saja ini isu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama