KPPL KEMENAG LIMA PULUH KOTA BERKOMITMEN AKAN LUNCURKAN 200 BUKU

Ahad, 02 Februari 2020 M - 08 Jumadil Akhir 1441 H

KPPL Kemenag Lima Puluh Kota
Berkomitmen akan luncurkan 200 buku
HawaaliyNews, Limapuluh Kota - Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) di lingkup Kantor Kemenag kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat berkomitmen akan luncurkan 200 buku setelah mengikuti kelas menulis Buku Sagusabu (Satu Guru Satu Buku) yang digelar selama dua hari sejak Sabtu sampai Ahad tanggal 1-2 Februari 2020 yang bertempat di Hotel Shago Bungsu 2, jl. Lubuk Batingkok, kecamatan Harau.

Hal ini sebagaimana ditulis oleh akun facebook @Kpplkemenagliko yang diposting pada Ahad (02/02/2020). "Hari ini kami berkomiten akan menerbitkan buku setelah pelatihan. Target KPPL Kemenag Liko akan meluncurkan 200 buku setelah kegiatan. Salam Literasi". Hal itu dibenarkan oleh Ernawati Ketua KPPL Kemenag Lima Puluh Kota saat dihubungi rekan media melalu aplikasi penghantar pesan.

Kelas menulis buku ini adalah hasil kerjasama KPPL Kemenag Kab. Lima Puluh Kota dengan Penerbit Media Guru Indonesia dengan keynote speaker Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Syamsul Arifin Kanwil Kemenag Sumbar Drs. H. Ramzah Husmen, M.Pd. Kepala Kantor Kemenag Kab. Lima Puluh Kota, dengan narasumber Wiwik Puspitasari Instruktur Nasional MediaGuru, Ketua Umum Ikatan Pendidik Penulis Sumatra Utara (IPPSU) dan Agusrida, M.Pd. ketua umum Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL) Kemenag Sumbar.

Kelas Menulis Buku
Sagusabu KPPL Kemenag Limapuluh Kota
Sebagaimana dilansir sumbar.kemenag.go.id dilaporkan bahwa "Sebanyak 160 orang peserta mengikuti kelas menulis buku ini. Bukan hanya dari Lima Puluh Kota, namun pesertanya juga berasal dari Kota Payakumbuh, Dharmasraya, dan Bukittinggi yang umumnya berprofesi sebagai guru madrasah dan sekolah umum. Juga nampak hadir pada kegiatan itu Kasi-kasi, kepala-kepala Madrasah kementerian Agama Kab. Lima puluh Kota, pegawai dinas pendidikan serta siswa madrasah dan Sekolah Dasar (SD)."

"Acara itu dibuka oleh Kepala bidang Pendidikan Madrasah H. Syamsul Arifin Kanwil Kemenag Sumbar. Sebagai bukti ia mendukung program Sagusabu ini dalam sambutannya ia menyemangati peserta bahwa ia akan memberi penghargaan kepada peserta tercepat yang bisa menyelesaikan karya tulis bukunya maksimal 1 Maret 2020 mendatang. Kegiatan ini sejalan dengan program andalan Kanwil Kemenag Sumatera Barat saat ini yakni membumikan Literasi ujarnya."

"Ketua KPPL Kemenag Kab. Limapuluh Kota Ernawati dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidik serta praktisi pendidikan. Guru merupakan ujung tombak dalam mengembangkan dan memajukan pendidikan di tanah air. Peran mulianya merupakan komponen strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Mengingat pentingnya peran seorang guru tersebut, maka guru wajib meningkatkan kompetensinya guna untuk pengembangan profesinya dengan mengikuti berbagai pelatihan, seminar-seminar baik lokal, nasional. Salah satunya yaitu dengan mengikuti pelatihan menulis buku seperti ini. Akhir tahun 2019 yang lalu KPPL Sumbar telah menerbitkan 900 judul buku, bisa jadi sampai saat ini sudah lebih 1.000 judul buku telah ditebitkan melalui Media Guru Indonesia. Semoga guru-guru mampu menghasilkan sebuah buku yang berisi pengalaman mereka mengajar, muatan materi, dan masalah-masalah mereka di lapangan yang sebenarnya dapat dijadikan sumber inspirasi untuk dijadikan sebuah buku." katanya panjang lebar.

Sebagaimana ditulis oleh CEO Mediaguru Mohammad Ihsan di blog gurusiana, ia mengatakan "Sejak memulai kiprahnya pada momen Hardiknas Mei 2016, Media Guru Indonesia terus menebar virus guru menulis. Berbagai kampanye literasi digelar mulai dari seminar, diskusi, workshop, penerbitan buku, pameran, dan sebagainya."

"Gerakan Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) yang awalnya diinisiasi MediaGuru kini telah berkembang luas menjadi sebuah gerakan nasional. MediaGuru berkolaborasi dengan Kemdikbud, P4TK, dinas pendidikan, MKKS, MGMP, KKPS, organisasi profesi guru, sekolah dan yayasan pendidikan, menggelar pelatihan Sagusabu di berbagai kota untuk melahirkan guru-guru penulis baru."

"Hasilnya sungguh luar biasa. Ribuan guru telah sukses menulis buku. Daftar buku yang sudah diterbitkan MediaGuru bisa dilihat di: katalog.mediaguru.id"

"Demi memberi kesempatan lebih banyak guru mengikuti pelatihan menulis buku, MediaGuru menggelar roadshow Sagusabu di berbagai kota Indonesia. Jadwalnya diumumkan terbuka dan di-update secara berkala melalui blog jadwal.mediaguru.id"

"Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU) merupakan sebuah gerakan yang digagas dengan tujuan mendorong setiap guru mampu menghasilkan karya tulis dalam bentuk buku. Gerakan SAGUSABU diinisiasi MediaGuru bekerja sama dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud karena prihatin minimnya jumlah buku yang ditulis guru."

"Peluncuran SAGUSABU dilakukan oleh Sumarna Surapranata, Dirjen GTK Kemdikbud, dalam sebuah seminar yang dihadiri guru-guru penulis di Surabaya 11 Desember 2016."

"Setelah resmi diluncurkan, workshop SAGUSABU digelar oleh MediaGuru dan Direktorat GTK Kemdikbud secara masif, dengan target guru, kepala sekolah, dan pengawas. Beberapa PPPPTK yang bernaung di bawah Direktorat GTK juga mengadakan Bimtek Literasi Penulisan Buku dengan narasumber tim MediaGuru, di berbagai kota. Selain itu MediaGuru juga menjalin kerja sama dengan organisasi profesi guru, MGMP, MKKS, asosiasi pengawas, yayasan pendidikan, sekolah, semuanya fokus pelatihan menulis dengan target satu guru satu buku."

"Alhamdulillah, rata-rata hanya sebulan usai mengikuti kelas menulis MediaGuru, para guru telah mampu menghasilkan buku sendiri."

"Ratusan buku tulisan guru diluncurkan bersamaan pada event Gebyar Literasi MediaGuru: Peluncuran Karya Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU) di Gedung A Kemdikbud, 20-21 Mei 2017. Buku-buku ini juga dipamerkan untuk umum kali pertama dalam arena Pekan Pendidikan dan Kebudayaan 2017 yang diselenggarakan Kemdikbud di Lippo Mall Puri Jakarta, 18-21 Mei 2017."

"Untuk memperluas jangkauan pembaca, selain diterbitkan dalam bentuk cetakan, buku-buku ini didistribusikan dalam versi digital (ebook) melalui toko buku digital MediaGuru yang bisa diunduh di Google PlayStore (tersedia mulai Mei 2018).". *Fitra Yadi-HN

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama