DRS. H. NURMAN AGUS - MUHAMMADIYAH ITU MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA

Ahad, 27 Oktober 2019 M - 28 Shafar 1441 H

Drs. H. Nurman Agus
HAWAALIYNEWS, Sarilamak - "Muhammadiyah itu mencerdaskan kehidupan bangsa, perguruan tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah lebih banyak daripada perguruan tinggi negeri. " Demikian diungkapkan oleh sekretaris Wilayah Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat Drs. H. Nurman Agus ketika memberi sambutan pada acara Peresmian RKB dan Launching unit usaha pesantren di ICM H. Lukman Harun PPM Al-Kautsar Muhammadiyah Sarilamak kecamatan Harau kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat Sabtu (26/10/2019).

"Kalau kita bercerita tentang H. Lukman Harun, kita bisa meneteskan air mata karena perjuangan beliau untuk mendapatkan tanah ini, kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan hasil jerih payah perjuangan beliau yang kita nikmati sampai saat ini menjadi amal ibadah bagi beliau, amin." katanya
.


H. Lukman Harun
Dikutip dari wikipedia "Lukman Harun (lahir di Limbanang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 6 Mei 1934 – meninggal di Jakarta, 8 April 1999 pada umur 64 tahun) adalah seorang tokoh Muhammadiyah dan aktivis Islam internasional. Dia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asian Conference on Religion and Peace (ACRP)."

"Lukman Harun merupakan seorang putra Minangkabau, anak ke lima di antara tujuh bersaudara dari pasangan Zaid (ayah) dan Kamsiah (ibu). Ayahnya adalah seorang yang fasih berbahasa Arab dan punya pengetahuan agama yang cukup luas. Lukman menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional."

"Lukman merupakan seorang organisatoris ulung. Ketika mahasiswa ia aktif di kepengurusan Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah. Di penghujung masa Orde Lama, ia merupakan aktivis yang cukup vokal mengganyang Partai Komunis Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai pegawai di Kantor Pusat Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan. Setelah itu ia bekerja sebagai Pengatur Tata Usaha di Pusat Jawatan Pertanian Rakyat Departemen Pertanian. Karena aktif diorganisasi ia ditunjuk menjadi anggota DPR-GR, yang banyak menyuarakan kepentingan politik kalangan muslim. Pada tahun 1971, ia berhenti sebagai anggota DPR-GR karena di-recall."

"Kemudian ia bergabung dengan Partai Muslimin Indonesia dan menjabat sebagai Sekjen. Lukman beberapa kali menjadi kandidat kuat Ketua DPP Muhammadiyah. Terakhir jabatannya sebagai Ketua Hubungan Luar Negeri/Juru Bicara Muhammadiyah."

Drs. H. Nurman Agus memaparkan "Sekarang disini ada hadir di tengah-tengah kita beberapa orang komisaris independen BNI, diantaranya adalah bapak Dr. Revrisond Baswir, M.B.A., Ak., CA Beliau ini adalah PPH Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Insyaallah SK-nya adalah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jadi beliau ini punya kartu Muhammadiyah."

Drs. H. Nurman Agus berdiri paling kanan
"Izinkan kami menyampaikan salam maaf dari Ayahanda Buya Dr. H. Sofwan Karim, MA (Ketua PWM Sumatera Barat), beliau ingin sekali hadir di sini, tadi memang ada tugas yang tidak bisa beliau wakilkan, beliau mengamanahkan kepada kami untuk hadir bertiga disini".

"Tadi beliau berpesan ucapan terimakasih yang tidak terhingga kepada Komisaris utama BNI yang telah memberikan support dan partisipasi dan semangat yakni adalah BNI dalam berbagi sehingga kami menerima 2 lokal bangunan dan di sebelah ini, ini adalah BAZNAS Pusat dan dibantu juga oleh IAD dan yang dibelakang kita ini, ini adalah PUPN, jadi semangat yang seperti ini diwariskanlah kepada kita dari para pendahulu kita yaitu pak H. Lukman Harun."

"Mohon maaf kami sedikit menyinggung persoalan ini, ini perjuangan bapak H. Lukman Harun ketika mendapatkan tanah ini adalah ketika tahun 1988, istilahnya dengan berkuah darah untuk memperjuangkan ini, alhamdulillah terwujud, tahun 1989 terwujudlah bangunan ini dan ini adalah aset daripada kabupaten limapuluh kota."

"Nah untuk itu, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dan sekaligus sebagai kekuatan Nasional sejak awal berdirinya sejak tahun 1912 bangsa ini sudah berusia 107 tahun. (Organisasi Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H)."

"Maka Muhammadiyah mengangkat tema pada milad sekarang dengan "Muhammadiyah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Alhamdulillah para pendiri-pendiri Muhammadiyah mulai daripada KH. Ahmad Dahlan, KH. Mas Mansoer, Ki Bagus Hadi Kusumo, Kahar Muzakkir, Mr. Kasman Singodimedjo, Panglima Besar Jenderal TNI Sudirman, beliau itu adalah guru agama, di SD Muhammadiyah dan Hizbul Waton, jadi Jenderal Sudirman itu memang beliau waktu itu berpesan "anda bimbang, ragu, lebih baik pulang, kalau bimbang sebagai kader muhammadiyah, lebih baik pulang".

"Begitu pesan daripada Jenderal Sudirman, termasuk juga dengan Juanda, Ir. Juanda beliau adalah jadi guru SMA Muhammadiyah, sekarang diabadikan nama beliau itu adalah uang Lima Puluh Ribu. Inilah tokoh-tokoh daripada Muhammadiyah, kiprah Muhammadiyah itu melekat sampai saat ini dan nilai-nilai pandangan Islam yang berkemajuan itu. Nah justru karena itu pada kesempatan ini kami sampaikan, kehadiran Muhammadiyah ini adalah kepentingan ummat, tidak salah, kalau BNI memberi perhatian, tidak salah kalau BI itu adalah memperhatikan, Muhammadiyah bergerak bukan untuk kepentingan golongan, tetapi adalah mendidik anak-anak bangsa."

"Perguruan tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah di negeri ini, lebih banyak daripada perguruan tinggi yang dimiliki oleh negeri, 174 perguruan tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah. 1 diantara Universitas kita di Kupang Universitas Muhammadiyah Kupang itu 63% kuliah di sana adalah non Muslim, sehingga ada orang yang memplesetkan "Universitas Muhammadiyah Kristen" kenapa, karena 63% yang kuliah di sana adalah kristen. Artinya apa, mendidik anak-anak bangsa, justru itu pada kesempatan ini dalam rangka juga mencerdaskan kehidupan bangsa ini Muhammadiyah tidak akan berhenti berbuat, insyaallah sampai titik darah penghabisan, muhammadiyah tetap akan berbuat untuk Ummat bangsa dan negara ini.*Fitra Yadi - HN
Lebih baru Lebih lama