DEDEN INGIN TERUS BEROBAT, PEMUDA TARBIYAH AKAN BANTU


Rabu, 15 Agustus 2012 M / 27 Ramadhan 1433 H

Deden sebelum lumpuh di Merapi
Baso - HN. Deden (Nofrika Putra) 32 tahun, alumni Fakultas Syariah IAIN IB Padang tahun 2006 yang mati separoh badannya akibat kecelakaan kendaraan bermotor 3 tahun yang lalu ingin terus berobat dari kelumpuhannya, bagaimanapun caranya. Keluarga Deden telah pasrah, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Sekarang mereka cendrung menerima saja dengan keadaan yang menimpa dirinya. Namun Pemuda Tarbiyah ingin membantunya untuk terus berobat. Hal itu dikatakan oleh Andri Chaniago (Ketua Pemuda Tarbiyah DPD Sumbar) di rumah orang tua Deden di Simpang Batusangkar Pasar Baso saat berkunjung ke sana Ahad (12/08) lalu.

Pemilik account facebook " Deden Debuna " ini sejak mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan leasing motor di Bukittiggi 18 November 2008 lalu, tidak menyangka sedikitpun akan terjadi musibah itu 10 bulan kemudian. Hanya gara-gara ngantuk mengemudi motor pada 18 September 2009 sehingga sampai sekarang bagian tubuh bahagian bawahnya lumpuh tidak berdaya.

Padahal ia telah bercita-cita mengumpulkan uang untuk persiapan menikah yang direncanakan habis lebaran Idul Fitri 1430 H. Sehingga siang malam ia mati-matian bekerja banting tulang tidak mengenal lelah mengharapkan gaji dan bonus besar dari hasil usahanya. Tetapi apa boleh dikata kelelahan itu berakibat ngantuk dan tertidur saat mengemudi kendaraan bermotor yang mengantarnya dirawat di rumah sakit Pertamina Jakarta.

Kepada kawan-kawan ia berkata " Saya ingin tetap berobat, walau bagaimanapun caranya, bukankah penyakit itu datangnya dari Allah dan beliau pula yang akan menyembuhkannya. Mana tahu nanti bertemu ruas dengan buku, ya kan..." kata alumni MTI Canduang tahun 2001 ini.

Pemuda Tarbiyah membesuk Deden
Ulya Maksum salah seorang warga Baso yang bertugas di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi bagian Radiologi menyampaikan kesalutannya terhadap ketabahan Deden. " Da Ul sudah banyak menyilau orang yang sakit seperti ini, tetapi tidak bertemu yang seperti Deden ini. Tidak ada nampak wajah risau di raut mukanya seperti orang yang tidak sakit saja. Namun da Ul menyarankan Deden menjalani MRI (Magneting Resonansi Imaging) lagi ke rumah sakit. Supaya kita tahu bagaimana catatan medisnya kondisi terakhir penyakit Deden".

Khairul Anwar, alumni Pondok Pesantren MTI Canduang tahun 1995 yang datang membesuk bersama Pemuda Tarbiyah mengaminkannya. Sedangkan Andri Chaniago mengatakan "akan berupaya pula membantunya bersama kawan-kawan yang lain". Aldomi Putra menyemangati pula "bahwa kita punya tenaga dan kawan yang banyak, jangan risaukan itu".

Selepas kepergian kawan-kawan, pada account twitter  #Sahabat, Deden memposting twit yang berbunyi "Terimakasih atas Semangat & Do'anya,, Semoga Aku Tetap Sabar Menghadapi Cobaan yg diBerikan oleh Allah SWT,, AMIINNN...". | Fitrayadi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama