POSKO TANGGAP DARURAT KEBAKARAN LABUANG DITUTUP

Labuang - Sabtu, 17/09/2011 |
Setelah 7 hari bekerja menanggulangi korban bencana kebakaran di kampuang VI yang menghanguskan 3 rumah dan merusak 5 rumah lainnya pada Sabtu (10/09) lalu, maka bakda Isya, Jum'at malam (16/09) seluruh anggota panitia yang tergabuang pada Posko Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran berkumpul di kantor Jorong Labuang menggelar rapat evaluasi dan sekaligus pembubaran panitia.

Rapat itu dihadiri oleh Sektretaris wali nagari Canduang Koto Laweh Drs. Metrizal, Camat Canduang Drs. Surya Wendri, Ketua BAMUS Canduang Koto Laweh Efrizen, M.Pd, Ketua Gapoktan Canduang Koto Laweh Syafrial Katik Bareno, Angku Ampek Kampuang VI, niniak-mamak dan para pemuda. Dengan rasa kekeluargaan serta gotong-royong yang tinggi, rapat itu berjalan alot dengan melaporkan beberapa hal;

Pada rapat awal pembentukan panitia tanggap darurat bencana kebakaran di kantor jorong Labuang, disepakati bahwa tugas panitia hanya 7 hari saja. Setelah itu akan dibentuk lagi panitia Rehabilitasi untuk melanjutkan tugas yang telah dikerjakan selama tanggap darurat. Berdasarkan hasil rapat itu, maka malam petang Jum'at (16/09) panitia Tanggap Darurat yang diketuai oleh Intan Idon itu dibubarkan. Semua tugas dialihkan kepada panitia yang telah dibentuk di kampuang VI.

Menjelang habisnya masa tugas panitia tanggap darurat, masyarakat kampuang VI yang dipimpin oleh Tuanku IV setempat berinisiatif membuat posko umpuak dengan susunan panitia yang baru. Begitu tugasnya habis, masyarakat tidak susah lagi rapat pembentukan panitia Rehabilitasi yang baru, tinggal melanjutkan saja apa yang telah dibentuk di kampuang VI. Sebab mengumpulkan masyarakat untuk rapat terbilang agak susah karena mobilitas dan aktifitas berbeda-beda dengan jadwal yang tidak sama pula.

Daftar rincian aliran bantuan serta distribusinya akan dilaporkan melalui papan pengumuman yang akan ditempel didepan posko. Disamping itu CMC akan mengupdate selalu rekapitulasinya di blog nagaricankola. Dari hasil penghitungan kasar, sisa uang yang belum didistribusikan adalah sejumlah Rp. 18.235.400 (Delapan belas juta dua ratus tiga puluh lima ribu empat ratus tupiah). Disamping itu ada juga sekarung beras dan beberapa potong kayu bangunan. Panitia yang dibentuk di kampung VI telah mengumpulkan semen dan kayu bangunan dari masyarakat kampuang VI sendiri. Disamping itu juga ada uang yang berjumlah lebih dari 13 juta rupiah. Kalau dikumpulkan kedua uang tersebut maka jumlah kotornya adalah 32 juta rupiah.

Selain dari itu, tugas yang telah dilakukan oleh panitia diantaranya adalah menggerakkan masyarakat bergotong-royong membersihkan puing-puing kebakaran, membuang arang serta mendatarkan perumahannya. Setelah itu dapur masak pribadi untuk korban telah selesai dibangun bersamaan dengan merehap rumah-rumah yang rusak imbas kebakaran. Selama tujuh hari ini, korban tidak ada yang memasak, karena mereka diberi nasi bungkus oleh masyarakat yang bergiliran setiap rumah.*.


Lebih baru Lebih lama