LIMAU CANDUANG LAKU KERAS SEBELUM SAMPAI DI PASAR


Ahad, 19 September 2012 M / 02 Dzulqa'idah 1433 H

Masfir Intan Bagindo
Canduang - HN.  "Limau Canduang" atau disebut juga dengan "Jeruk Madu" yang berasal dari Varietas Jesigo (Jeruk Siam Gunung Omeh) sangat disukai masyarakat, dan laku keras di pasaran. Tidak jarang sebelum sampai di pasar, jeruk itu sudah ludes diborong masyarakat". Hal itu disampaikan oleh Masfir Intan Bagindo Ketua Kelompok Tani Limau Manih jorong Puti Ramuh nagari Canduang Koto Laweh kepada HN saat penanaman bibit jeruk tambahan pada Rabu (12/09) lalu.


Robi Petani Limau Canduang
Robi salah seorang anggota kelompok petani jeruk "Limau Manih" menerangkan bahwa "sekarang di nagari Canduang Koto Laweh telah ditanami jeruk seluas 26 hektar. Yang telah menghasilkan baru separohnya, dan yang separohnya lagi baru ditanam".

Jeruk ini mulanya ditanam di nagari Canduang Koto Laweh pada tahun 2007 lalu. Ada beberapa kelompok tani yang menerima bantuan bibit dari UPTD BPS8 Sumbar. Sekarang jeruk-jeruk itu sudah menghasilkan.

Ruli, petugas PPL setempat menerangkan bahwa "kelompok-kelompok tani yang menanam jeruk di nagari Canduang Koto Laweh adalah 5 kelompok. 1). Kelompok Tani jeruk Limau manih jorong Puti Ramus dengan luas lahan 5 hektar 2). Kelompok Tani Jeruk Ayah Saiyo jorong Seratus Janjang dengan luas lahan 7 hektar. 3). Kelompok Tani Mega Sadar jorong XII Kampuang dengan luas lahan 6 hektar 4). Kelompok tali 3 sapilin jorong III Kampuang dengan luas lahan 3 hektar. 5). Kelompok Tani Sandaran Puti jorong Puti Ramus dengan luas lahan5 hektar. Semuanya total 26 hektar. Kalau di kecamatan Canduang totalnya adalah 38.5 hektar dengan rincian di nagari Canduang Koto Laweh 26 hektar, di nagari Lasi 2.5 hektar dan di nagari Bukit Batabuah 10 hektar".| Fitrayadi
 
Lebih baru Lebih lama