MASALAH KEBERSIHAN SAYA KECEWA DENGAN MTI CANDUANG


Sabtu, 11 Agustus 2012 M / 23 Ramadhan 1433 H

Afnaldi, SKM (Kanan)
Canduang - HN. " Jujur saya kecewa dengan pengelola Pondok Pesantren MTI Canduang karena kebersihannya tidak terjamin. Dari hasil laporan petugas PUSKESMAS Lasi yang datang berkunjung ke sana didapat kondisi asramanya tidak bersih. Saya ada bukti photonya yang masih tersimpan di laptop. Sampah berserakan, pembalut wanita dibuang begitu saja di kamar mandi. Itu akan berpotensi sebagai media berkembangnya kuman dan virus penyakit. Sedih saya melihatnya". Demikian penuturan Afnaldi, SKM Kepala Puskesmas Lasi kepada HN pada acara Safari Ramadhan kecamatan Canduang ke Mushalla Rawang, jorong Canduang Guguak Katiak nagari Canduang Koto Laweh Kamis malam (09/08) lalu.

"Sejak kecil dari kampung halaman saya di Maninjau, saya telah mendengar nama besar MTI Canduang, tetapi setelah saya datang kesini, nama besar itu luntur di mata saya karena kondisi kebersihannya itu. Sekarang orang sudah sangat selektif memilih sekolah apalagi pesantren. Nilai jual kita akan menjadi rendah hanya gara-gara kebersihan saja" kata Afnaldi.

" Maaf saja, kita kebanyakan orang Islam kurang peduli dengan kesehatan. Kita belum mengamalkan Islam dengan sempurna. Sekolah non Islam saja sekarang ini sangat digemari oleh orang Islam karena kenyamanan, kedisiplinan dan kebersihannya. Saya saja menyekolahkan anak di Bukittinggi, saya periksa dulu WC nya. Kalau bersih maka saya nyaman menyekolahkan anak disana" kata Pria yang bergelar adat Rajo Intan ini.

" Benarlah Nabi menyatakan tuntutlah ilmu itu walaupun sampai ke negeri Cina. Orang-orang disana disiplin dan bersih walaupun bukan Muslim. Contoh dekat saja Singapura misalnya, jangan main-main dengan kebersihan disana. Bisa kena denda hanya gara-gara membuang bungkus permen di tepi jalan " tambah pria beranak tiga ini.

" Kalau orang kita, di mushalla saja disediakan asbak rokok. Itu artinya pengurus menfasilitasi jama'ah untuk bebas merokok. Begitu juga di sekolah dan ditempat-tempat umum lainnya. Di tempat fasilitas publik apalagi rumah ibadah sangat jelek sekali kalau dijadikan tempat merokok. Kalau mau juga merokok, pergilah ke tempat terpencil" papar pria jebolan Universitas Indonesia ini.

"Kami sebenarnya mau menawarkan lebih serius lagi kerjasama di bidang kesehatan dengan pengelola Pondok Pesantren MTI Canduang. Misalnya penyuluhan kesehatan melalui Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren), area tanpa asap rokok. Dan kami sangat berharap sekali MTI Canduang bisa menjadi percontohan di Sumatera Barat ini tentang pesantren sehat. Bahkan nanti kita ikutkan perlombaan sampai ke tingkat nasional" harap Afnaldi.

"Kemaren kita sudah ada juga kerjasama Poskestren dengan MTI Canduang, tetapi tidak jalan. Pengelolanya kurang serius. Jangan pikirkan biaya berapa kami harus dibayar untuk datang kesana. Ini kan tugas dan tanggung jawab kami. Jadi sekarang pertanyaannya, MTI Canduang mau maju ndak? Mau ndak bekerja sama dengan pemerintah di bidang kesehatan? Itu saja" tukuk Kepala Puskesmas Lasi yang sudah melanglang buana di berbagai wilayah di Indonesia di dunia kesehatan ini. | Fitrayadi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama