PENINGKATAN KOMPETENSI TUTOR PENDIDIKAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL


Bukittinggi - Ahad, 29 April 2012

Fauziah Syarif
"Saya sering terkendala mengenali orang-orang yang buta aksara di tempat saya, kalaupun tahu tetapi mereka malu mengakuinya, ada juga yang berani mengakui tetapi mereka malu untuk ikut belajar. Ada pula yang ingin belajar tetapi hanya mau berdua saja dengan tutor tanpa ingin diketahui orang lain".

Demikian sekelumit pengalaman di lapangan yang diceritakan oleh Fauziyah Syarif Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional di Kurnia Blok A Sitiung 3 Kab. Dharmasraya kepada wartawan saat ditemui di sela-sela pelatihan "Peningkatan kompetensi Tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional tingkat Propinsi Sumatera Barat Angkatan I dan II tanggal 24 s.d 27 April 2012 di Parai Hotel Jl. Raya Bukittinggi - Pasaman Kamis (26/04) lalu.

Fauziah menambahkan "Tetapi saya punya cara untuk mendeteksinya, yaitu dengan mengedarkan absen disetiap acara perkumpulan, baik itu yasinan, arisan dan lain-lain. Bila ada yang tidak mengisi absen itu merupakan sebuah petunjuk bagi saya untuk mengenali kalau orang itu tidak bisa baca tulis. Disanalah saya mulai mendekatinya dan kemudian menjaringnya untuk dilatih tulis-baca".

Dikutip dari situs Wikipedia Indonesia "Buta aksara fungsional adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan membaca dan menulis yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini sama dengan buta aksara dalam arti terbatas, yang berarti ketidakmampuan untuk membaca atau menulis kalimat sederhana dalam bahasa apapun".

"Gejala buta aksara itu dekat dengan fenomena kemiskinan dan ketertinggalan. Itu disebabkan karena mereka kurang memiliki sumber daya manusia. Umumnya hal itu ditemukan di daerah perkebunan dan wilayah pesisir" pungkas Fauziah Syarif yang telah menjadi tutor sejak tahun 2011 lalu dan sehari-harinya berprofesi sebagai guru TK ini.

Di tempat yang sama Soviawati, S.Pd. M.Si salah seorang penanggung jawab acara tersebut memaparkan bahwa "Pelatihan ini dilaksanakan oleh Seksi Pendidikan Keaksaraan Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (DIKPEMDORA) Propinsi Sumatera Barat".

"Setiap tahun kita selalu mengadakan pelatihan untuk tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional. Pada tahun 2012 lalu kita latih sebanyak 7 angkatan yaitu 900 orang untuk Pendidikan Keaksaraan tingkat dasar (untuk kemampuan baca tulis saja) dan 8.500 orang untuk tingkat mandiri (bisa baca tulis dan bisa membuka usaha mandiri baik secara individu maupun kelompok)".

"Tahun 2012 ini proposal kita hanya diluluskan oleh kementrian untuk 3 angkatan saja. Yang sedang pelatihan sekarang adalah angkatan I dan II sebanyak 50 orang".

"Diharapkan pelatihan 4 hari ini dapat lebih meningkatkan kompetensi para tutor Pendidikan Keaksaraan Fungsional di tempat masing-masing".

Materi pelatihan adalah "Kebijakan Dinas Pendidikan di bidang PNFI, Inplementasi penyelenggaraan PKF, Identifikasi kebutuhan sumber belajar, Strategi dan Methodologi PKF, Penyusunan bahan ajar tematik, Teknik Evaluasi PKF, Teknik Evaluasi PKF dan Pengembahan Bahan ajar keterampilan PKF. | Fitrayadi

related post:
http://www.sumbaronline.com/berita-9967-kemampuan-tutor-ke-pkf-diharapkan-meningkat.html

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama